Yang sedang-sedang saja…

Kalau diingat-ingat dari dulu, yang cukup ‘betah’ berteman dengan saya hanya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan πŸ˜€ bahkan ada juga beberapa teman di masa lampau yang awalnya dekaaat sekali, tapi kenyataannya merenggang, bahkan sudah saling berjalan ‘sendiri-sendiri’ seolah tidak pernah saling kenal sebelumnya πŸ˜‚ saya udah biasa mengalami hal ini dari dulu. Kita tak pernah tahu, apakah bila detik ini kita masih mencintai seseorang, lalu di detik selanjutnya perasaan itu bisa saja berubah. Hati manusia itu memang selalu mudah terbolak-balik. Maka dari pengalaman hidup yang sudah-sudah, saya tidak pernah lagi untuk ambil pusing perihal terlalu ‘akrab’ dengan seseorang. Biarkan saja perasaan itu mengalir tanpa rasa berlebihan, tanpa mengurangi keakraban itu sendiri. Balance lah ceritanya. Seimbang. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, kecuali berlebihan dalam berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s